| Workshop Nasional Penyusunan Strategi & Rencana Tindak Perumahan Perkotaan |
|
|
|
| Written by Admin HRC Jogja | |||||||||||||||||
| Friday, 20 November 2009 11:28 | |||||||||||||||||
|
WORKSHOP NASIONAL PENYUSUNAN STRATEGI & RENCANA TINDAK PERUMAHAN PERKOTAAN Yogyakarta, 11-13 November 2009 Ruang Pertemuan HRC, Gedung Abhiseka
Housing Resource Center bekerjasama dengan SUF-UN-Habitat, PUSPERKIM UGM, dan IAP-DIY selama tiga hari sejak tanggal 11-13 November 2009 mengadakan Workshop Nasional bertema Penyusunan Strategi Perumahan dan Rencana Tindak yang dibuka oleh Ibu Kadinas PU P-ESDM, Ir. Rani Sjamsinarsi, MT yang diwakili oleh Bapak Ir. Joko Wuryanto. Latar belakang dari pelatihan ini adalah krisis dunia yang kita hadapi saat ini sehingga diperlukan akselerasi dalam pencapaian target-target yang terangkum dengan baik dalam Millenium Development Goals. Utamanya yang berkaitan langsung dengan tema kekumuhan, perumahan layak huni, dan kewenangan daerah dalam rangka menjalankan target-target tersebut. Urgensi adanya penguatan daerah dan otonomi di Indonesia adalah terjadinya backlog perumahan sebesar 2,4 juta rumah di tahun 2009. Selain itu, laporan dari global competitiveness yang dibuat oleh World Economic Forum, Indonesia menempati posisi ke-54 dari 133, hal ini menunjukkan bahwa negara kita masih jauh dari kompetitif dalam posisi persaingan tingkat dunia. Kompetitif sendiri didefinisikan sebagai institusi, kebijakan, dan faktor yang menentukan level produktivitas suatu negara.
Peserta workshop sebagian besar berasal dari pemda berbagai daerah termasuk Jawa, Kalimantan, dan Sumatra
Adapun para narasumber dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Toni Atyanto Dharoko sebagai Keynote Speaker, Dr. Marcelino Pandin (Country Adviser SUF-UN-Habitat), Dr. Ramalis Subandi (Pakar Perumahan Perkotaan), Mahditia Paramita, ST, MUP (Manajer HRC), Assoc. Prof. Budi Prayitno (Ketua IAP DIY), Dr. Paulus Bawole (Pakar Penanganan kekumuhan Kota, UKDW), Haryo Sasongko (KEMENPERA) dan FX Sarwono (Direktur BLUD Griya Layak Huni, Surakarta). Masing-masing narasumber merupakan pakar di bidang perumusan strategi perumahan perkotaan dengan fokus yang disampaikan pada sub-tema yang memperkaya wawasan peserta.
Dr. Marcelino Pandin dari SUF-UN-Habitat memberikan paparan mengenai Metode Formulasi Strategi dan Kebijakan
Dr. Ramalis Subandi memberikan paparan mengenai Kebutuhan Perumahan di Perkotaan
Dr. Paulus Bawole, Pakar Penanganan Kekumuhan dari UKDW Dikutip dari Prof Toni, “... masalah perumahan merupakan permasalahan multidimensi yang melibatkan bidang sosial, ekonomi yang terkait dengan berbagai stakeholder, justru yang terpenting adalah jejaring yang akan menghimpun berbagai kelembagaan, sehingga mampu mentriger perkembangan-perkembangan terutama di bidang perumahan. Campur tangan pemerintah terhadap Bidang Perumahan sangat dibutuhkan, yang dilakukan dalam bentuk otonomi bukan sentralisme. Pemerintah harus berperan menjadi player, planner, regulator. Sebagai player, pemerintah harus sedikit dikurangi perannya. Sebagai planner, pemerintah haruslah otonomi. Dan sebagai regulator peran pemerintah harus kuat. HRC diharapkan mampu menjadi negotiating actor, yang memiliki ciri investment interest dan goverment guarantee ”. Selain itu dalam paparannya di hari pertama, Rabu, 12 Nopember 2009, Dr. Marcelino Pandin menyampaikan bagaimana beliau melihat tren global terlebih dahulu, dengan Amerika Serikat dimana masyarakatnya bertingkat mobilitasnya sangat tinggi, sehingga batas-batas kelompok hunian menjadi tidak jelas. Sementara Jepang, pendapatan negara hanya ditentukan oleh beberapa kota. Dari hal tersebut bisa dijadikan gambaran pendapatan di Indonesia juga hanya hanya ditentukan oleh beberapa kota, tentunya akan berdampak terutama di bidang pemerintah. Ada kecenderungan pembentukan fokus di tiap kota. Indonesia tidak pernah bisa lepas dari konteks global secara keseluruhan. Munculnya batas yang tidak jelas antar daerah dalam dunia terglobalisasi, kepadatan, dan tuntutan jarak yang pendek ke tempat kerja, memunculkan adanya urbanisasi, sehingga perlu adanya pengelolaan didalamnya. Pengelolaan yang ada tetap melibatkan adanya partisipasi masyarakat, untuk penanganannya diperlukan 3I (institusi, infrastruktur dan intervensi). Kota adalah tempat secara sosial sebagai berprofesi dan berkorupsi pada saat itu munculah friksi, kota menjadi penentu kompetitif terhadap perkembangan perumahan, sehingga suka tidak suka untuk ke depan, kota haruslah berbentuk high rise, mengutamakan proses produksi, yang juga diimbangi dengan aglomerasi dan spesialisasi. Dengan semakin besarnya peran pemerintah daerah di masa depan, maka kemampuan para pemangku kepentingan disana juga harus sama tingkatannya dengan kemampuan pemerintah pusat sehingga dapat tercipta persaingan yang sehat antar daerah menuju kehidupan yang lebih baik. Transfer pengetahuan yang kadang tidak berjalan dari pusat ke daerah ini dapat dijembatani melalui pelatihan-pelatihan semacam ini. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk keaktifan pemerintah daerah dalam mensinergikan kebijakan yang tepat dan berguna bagi penyediaan perumahan perkotaan. Oleh sebab itu, bentuk pertemuan ini adalah workshop dan bukan seminar, karena yang dibagi disini adalah tools atau alat-alat untuk berbagai tema yang disampaikan diiringi dengan simulasi perumusan kebijakan strategis bagi para peserta. Semenjak hari pertama sampai dengan hari ketiga, para peserta disibukkan denga berbagai simulasi kegiatan pelatihan, bahkan kunjungan ke lapangan, yaitu Area Gondolayu, Kali Code dan Kompleks Rumah Domes, Piyungan.
Kunjungan lapangan para peserta workshop ke Bantaran Kali Code (1)
Kunjungan lapangan para peserta workshop ke Bantaran Kali Code (2) Harapannya sepulang dari pelatihan ini para peserta mampu untuk mengimplementasikan tahapan yang dilakukan dalam pelatihan di daerahnya masing-masing, serta di masa yang akan datang terbentuk jejaring antar pemerintah daerah yang kuat dalam mengahadapi tantangan kemiskinan, urbanisasi, dan dampak perubahan iklim.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||
| Last Updated on Friday, 20 November 2009 14:00 |









