Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
Peningkatan Kapasitas Tim Pemasaran Kawasan Margokaton
News
Written by Admin HRC Jogja
Salah satu rangkaian kegiatan dalam pemasaran kawasan Margokaton adalah kegiatan peningkatan kapasitas Tim Pemasaran desa Margokaton. Pelatihan peningkatan motivasi dan teknik pemasaran dipilih sebagai upaya untuk peningkatan kapasitas tim pemasaran kawasan desa Margokaton. Pelatihan diadakan pada hari Rabu, 11 Agustus 2010 di Balai Desa Margokaton, dengan peserta pelatihan adalah anggota tim pemasaran desa Margokaton dan narasumber Yulita Kusumasari, ST (HRC Knowledge Manager) serta Nurul Puspita, ST (Tenaga Ahli Pemasaran Desa Margokaton).
Masing-masing narasumber memberikan paparan dan pelatihan dalam setiap materi yang diberikan. Yulita Kusumasari, ST sebagai Housing Resource Center Knowledge Manager memberikan materi tentang bagaimana meningkatkan motivasi tim dan materi. Masih berhubungan dengan kegiatan pemasaran, diberikan pula materi tentang metoda publikasi pemasaran, meliputi teknik dan alat publikasi, pemilihan target, negosiasi, teknik presentasi dan penguasaan audiens. Sedangkan dari Nurul Puspita, ST memberikan paparan tentang pengetahuan stakeholder pemasaran dan teknik pembuatan proposal.
Setelah adanya pelatihan ini diharapkan adanya peningkatan kapasitas tim pemasaran yang berdampak pada kemajuan pemasaran kawasan desa Margokaton
Lokakarya "Pemberdayaan dan Sinergi Pelaksanaan Pembangunan Perumahan Hijau dan Mewujudkan Kota Lestari
News
Written by Admin HRC Jogja
Hari Perumahan Nasional yang jatuh tanggal 5 Agustus setiap tahun, diperingati oleh serangkaian acara oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Dinas PU-P ESDM Bidang Perumahan.Salah satunya, pada tanggal 3 Agustus 2010 di Hotel Sahid Raya Yogyakarta diadakan lokakarya “Pemberdayaan dan Sinergi Pelaksanaan Pembangunan Perumahan Hijau dan Mewujudkan Kota Lestari”. Lokakarya yang bertujuan membuat kesepakatan antar pelaku perumahan ini dihadiri oleh stakeholder dan instansi perumahan se-DIY. Diantaranya Dinas PU dari-kab/kota, Bappeda dari-kab/kota, BPN, staff ahli gubernur, akademisi, dan LSM dari beberapa daerah.
Ir. Bayudono M.Sc dalam kesempatan ini memberikan paparan dengan tema “Tantangan perumahan di DIY Menuju Kota Lestari”, sementara 4 panelis lain yaitu Assoc. Prof Budi Prayitno, DR.Eng (PUSPERKIM UGM); Ir. Eddy Siswanto (Kepala Bappeda Prov. DIY); Ir. Edi Indrajaya (Kabid ESDM Dinas PU-P ESDM Prov. DIY); dan Ir. H. Noor Sasongko, MSA (anggota Dewan Perumahan dan Permukiman Prov. DIY).
Pada kesempatan ini, diumumkan juga pemenang penghargaan lomba kualitas lingkungan perumahan permukiman dengan kategori sebagai berikut:
1.Kategori terbaik kegotongroyongan: Dusun Kedungjati, Desa Selopamioro, Kec. Imogiri, Kab. Bantul
2.Kategori terbaik pemanfaat sumberdaya lokal: Dusun Jetis, Desa Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Kab. Sleman
3.Kategori penataan lingkungan perumahan: Dusun Kemiri, Desa Margosari, Kec. Pengasih, Kab. Kulonprogo
4.Kategori terbaik pemberdayaan potensi sosial budaya : Dusun Wuru, Desa Bohol, Kec. Rongkop, Kab. Gunungkidul
5.Kategori pemberdayaan ekonomi lokal : RW 03, Dusun Jatimulyo, Desa. Kricak, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta
Acara terakhir dari lokakarya ini adalah penyusunan kesepakatan antar stakeholder perumahan yang dipandu oleh Ir. Harsoyo (MP3I DIY) dan Mahditia Paramita, ST, MUP (Direktur Eksekutif HRC Jogja). Beberapa poin kesepakatan yaitu mengenai :
1.Jenis kebutuhan pembangunan perumahan
2.Pembangunan perumahan yang berkelanjutan
3.Bentuk rencana pengembangan kawasan
4.Pemberdayaan masyarakat melalui komunitas pembelajaran
5.Program pemberdayaan ekonomi masyarakat
6.Pengharapan terhadap pemerintah DIY bidang perumahan
HRC mendampingi pembangunan PSU dan rumah tidak layak huni dalam bantuan stimulan material perumahan PemProv DIY Dinas PU-P ESDM
News
Written by Admin HRC Jogja
TRIDAYA merupakan konsep yang diterapkan dalam program pemberdayaan masyarakat. 3 poin dalam TRIDAYA yaitu bina manusia, bina lingkungan dan bina usaha. Masyarakat dijadikan sebagai subyek pembangunan, karena diharapkan dapat membangun hunian dan lingkungannya secara madani.
Prinsip dasar tersebut diwujudkan di dalam program pengembangan perumahan dan kegiatan fasilitasi dan stimulasi perbaikan rumah untuk MBR. Berlangsung mulai pertengahan bulan April, HRC mendampingi 120 rumah tidak layak huni dan 7 lokasi penerima bantuan stimulan perbaikan prasarana dan sarana utilitas yang tersebar di wilayah Kulonprogo dan Gunungkidul. Program tersebut diadakan untuk mendukung program bantuan stimulan material pembangunan rumah layak huni dan PSU dari PemProv DIY dinas PU-P ESDM tahun anggaran 2010.
Lokasi pendampingan rumah di wilayah Kulonprogo yaitu: Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih; Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap; dan Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang. Lokasi pendampingan rumah di wilayah Gunungkidul antara lain Desa Tancep, Kecamatan Ngawen; Desa Jetis, Kecamatan Saptosari; dan Desa Logandeng, Kecamatan Playen. Masing-masing dari lokasi terdapat 20 rumah untuk didampingi dalam pembangunan rumah. Sedangkan untuk lokasi pendampingan pembangunan PSU di Kulonprogo antara lain: Desa Jatirejo dan desa Ngentakrejo di Kecamatan Lendah; serta Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang. Untuk Gunungkidul terdapat 4 lokasi yaitu: Desa salam, Kecamatan Patuk; Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar; Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari; dan Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu.
Kali ini HRC dipercaya untuk memberikan bimbingan teknis dalam proses penerimaan jenis material dan proses pelaksanaan pekerjaan. Fokus dan tujuan dari program ini adalah masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan rumah dan lingkungannya. Budaya gotong royong yang menjadi budaya di masyarakat Indonesia sejak lama dapat dilestarikan serta adanya swadaya masyarakat dalam pembangunan rumah dan lingkungannya.
Semiloka Peringatan Hari Habitat Dunia, "Merencanakan Masa Depan Kota Kita"
News
Written by Admin HRC Jogja
Hotel Inna Garuda - Yogyakarta,
29 – 30 Oktober 2009
Hari habitat dunia, yang jatuh setiap hari senin minggu pertama bulan Oktober, tahun 2009 bertema “Planning Our Urban Future” oleh Pemerintah Provinsi DIY melalui DPUP ESDM DIY dirayakan selama 2 hari, berupa: diskusi tema besar tanggal 29 Oktober 2009, dan FGD sub tema pada tanggal 30 Oktober 2009.
Semiloka dibuka oleh Kepala Dinas PUP ESDM Prov. DIY, Ir. Rani Syamsinarsi, MT. Diikuti oleh staf Deputi Perumahan Swadaya KEMENPERA, segenap jajaran dinas di DIY, NGO, praktisi, dan akademisi di Yogyakarta.
Diskusi tema besar hari ke-1 “Penataan Kawasan Permukiman Perkotaan Menuju Kota Lestari” dimoderatori oleh Ir. Gatot Saptadi – Kabid Cipta Karya DPUP ESDM Prov. DIY), dengan pembahasan:
1.Hamemayu Hayuning Bawono dasar filosofis Penataan Kawasan Permukiman Perkotaan Menuju Kota Lestari (Ir. Bayudono, MSc. – Staf Ahli Bidang Pembangunan Prov. DIY)
2.Mewujudkan Kota Lestari Melalui Penataan Permukiman Kawasan Sungai Winongo (H. Haryadi Suyuti – Wakil Walikota Yogyakarta, diwakili oleh Ir. Aman Yuriadijaya, MM - Kepala Bappeda Kota Yogyakarta)
Pengentasan Kemiskinan Melalui Sektor Papan Menuju Terwujudnya Kota Lestari (Assoc. Prof. Dr. Ir. Budi Prayitno, M.Eng – Pusperkim UGM)
FGD sub tema pada hari ke-2 dibagi menjadi 3 kelompok.
1.Penanganan Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh Berbasis Kawasan (PLP2K-BK) TA 2010 (Assoc.Prof.Dr.Ir. Budi Prayitno, MSc.- Pusperkim UGM)
Dimoderatori oleh Ir. Joko Wuryantoro, MSi. Pokok bahasan Kelompok 1,:
·Kesiapan stakeholder dalam penataan kawasan Winongo, termasuk perangkat hukum, pendanaan dan system pemberdayaan masyarakat
·Keberadaan Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) akan mengambil peran penting dalam pemberdayaan masyarakat, berupa need assessment, TOT, sampai dengan penggerakan masyarakat di Kawasan Winongo
2.Habitat Kota, Kembali ke Hakikat: “Kampung Oriented Development”? (M. Sani Roychansyah, ST, M.Eng, D.Eng – JUTAP FT UGM)
Dimoderatori oleh Ir. Frisky Kusuma, MSi. Pokok bahasan kelompok 2:
·Definisi kota lestari sama dengan definisi dalam kota berkelanjutan
·Indikator pencapaian kota sehat lestari
·Pendekatan pewujudan kota sehat lestari dimulai dari perbaikan dan restrukturisasi kampung
·Kota dengan tata kelola yang baik, kota lestari, kota produktif, dan kota inklusif dapat menjadi alternative pilihan strategi untuk mewujudkan kota sehat lestari
3.Pembiayaan Perumahan Untuk MBR (Fahmi Akbar Idries, SE, MM – Direktur BPR Bank Pasar Kulon Progo, Best CEO Indonesia)
Dimoderatori oleh Ir. Sri Rahayu. Kesimpulan kelompok 3, adalah:
·Pembangunan perumahan tidak dapat lepas dari Tata Ruang, di Bantul sudah ada Lisiba dengan Bantul Kota Mandiri
·Tugas masyarakat dan Pemerintah untuk menyerasikan terhadap kebutuhan MBR akan perumahan
·Arisan rumah masih berupa hipotesis, tetapi sudah diklarifikasikan dengan masyarakat dari segi pengeluaran
Intervensi dan komitmen Pemerintah dengan menyederhanakan peraturan sehingga mempermudah pihak swasta untuk melaksanakan, terutama terkait dengan pembiayaan perumahan bagi MBR
Closing Statement for the 2nd Asia-Pacific Housing Forum by Rick Hathaway, Asia-Pacific vice president of Habitat for Humanity International
News
Written by Admin HRC Jogja
Closing Statement for the 2nd Asia-Pacific Housing Forum by Rick Hathaway, Asia-Pacific vice president of Habitat for Humanity International
Posted September 18, 2009
by. Habitat for Humanity Philippines
Can slums evolve to be a contributing part of a city?
Multi-sector collaboration is key to addressing the issues faced by the urban poor
Philippines, 9th September 2009: It is well acknowledged that many different groups need to work together to deliver effective solutions for the growing numbers living in Asia-Pacific’s fast-expanding slums and also in properly housing the survivors of natural disasters.
But the type and range of those who can contribute is often more complex and more nuanced than some people, including sometimes high-level national government decision makers, realize. Many different groups, from academia, civil society, aid and development agencies, business corporations, municipal governments and more, are learning to work together and value each other’s contributions. But more needs to be done and in more innovative formats and circumstances.
During the opening day roundtable for the 2nd Asia-Pacific Housing Forum, discussion revolved around being innovative by coming up with scalable, replicable and workable urban planning aimed at making communities more resilient to environmental shocks.
Mahditia Paramita of Indonesia asks a question during the Open Forum on the breakout session
on Housing Indicators, Impact and Support Services.